Kawan Lamaku Kembali
Namanya adalah insomnia.
Sudah cukup lama dia pergi meninggalkanku. Tapi entah kenapa, malam ini dia memutuskan untuk kembali.
Ah, kawanku, berkat dirimu,
Malam ini akan jadi malam yang sangat panjang...
« May 2008 | Main | July 2008 »
Namanya adalah insomnia.
Sudah cukup lama dia pergi meninggalkanku. Tapi entah kenapa, malam ini dia memutuskan untuk kembali.
Ah, kawanku, berkat dirimu,
Malam ini akan jadi malam yang sangat panjang...
Tenang! Bukan pernikahan saya kok. Saya masih Ayu yang dulu, yang tak goyah walau diejek dan didera segala kritikan atas pandangannya mengenai pernikahan.
:P
Yang sedang saya rencanakan adalah sebuah pernikahan FIKTIF. Dan percaya deh, ini bukan saya lakukan berdasarkan iseng-iseng atau main-main belaka. Saya perlu melakukan ini demi mendapat nilai untuk subjek "海外ウエディング研究”. Nilai, dan hanya nilai!
Kalau tidak salah, sebelumnya saya pernah cerita tentang nilai F yang sudah hampir pasti akan saya dapatkan. Nah untungnya, nilai F itu bisa saya hindari, tapi dengan konsekuensi saya harus mengikuti subjek kaigai wedding itu walaupun sebenarnya sama sekali tidak berminat. Nah, lebih menyenangkannya lagi, masuk-masuk saya langsung disuruh menyusun report tentang overseas wedding, yang mengharuskan saya melakukan product research terhadap paket pernikahan di Bali dan Hawaii.
Dan bagian yang paling menggembirakan dari semua ini adalah, nilai kami untuk subjek ini 100% tergantung pada report itu.
Great!
Karena itu sekarang saya sedang pusing, dikelilingi brosur-brosur paket pernikahan Bali dan Hawai dari berbagai travel agents. Mau mengambil tema apa? Mau membandingkan apa?
Kalau mau jujur, dari awal mindset saya sudah ga sejalan sama inti mata pelajaran ini. Saya ga mengerti kenapa orang repot-repot merencanakan pernikahan di luar negeri? Sudah mahal (di Hawaii kira-kira 500 ribu yen untuk paket 6 hari, itu tentunya masih plus-plus dan tidak termasuk wedding party ), teman dan keluarga yang bisa datang kan pasti jadi terbatas! And this whole getting married in Chapels and Churches thingy...masih belum bisa masuk ke akal sehat saya. Jauh-jauh pergi ke Bali, memilih Chapel keren di pinggir pantai, menikah di hadapan "pendeta" (pakaiannya sih pendeta, i'm not sure tho..), semua cuma demi "fashion". Dan masih banyak lagi deh gimonten saya yang lain.
Sensei saya sendiri mengakui, sepertinya yang menjual "wedding" sebagai bagian dari paket wisata itu cuma Jepang. Dan, masih menurutnya, bangsa yang secara keseluruhan merasa begitu wajar menikah di rumah ibadah (mmm, kalau chapel sih sepertinya sekarang memang banyak yang fungsinya buat menikah thok.) sebuah agama dengan segala prosesi religius agama tersebut tanpa perlu menjadi pemeluk agama itu, sepertinya juga cuma Jepang.
Dengan sejuta gimonten yang ada di kepala saya, saya ga tahu harus mulai menyusun report saya dari mana. Semakin saya baca brosur-brosur itu, semakin malas saya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Oh ya, kalau ada yang bertanya-tanya kenapa saya tiba-tiba menyebut diri saya sendiri menggunakan kata ganti "saya", jawaban saya adalah, "Suka-suka saya dong!"
Hehehe...
Sejak musim gugur tahun lalu, aku udah kehilangan minat sama drama jepang, benerbener ga ada 1 pun drama yang kuikutin lagi. Sampai akhirnya, bulan lalu drama terbarunya Kimutaku mulai tayang.
Change! Berkisah tentang seorang guru SD asal Kyuushuu yang awalnya benci banget sama dunia politik tapi justru secara tak terduga terpilih jadi Perdana Menteri. Sesuai judulnya, si Perdana Menteri baru ini, dengan "keluguan"nya dalam dunia politik . berusaha membawa banyak perubahan. Dia ga mau jadi PM yang melulu mikirin soal hitung-hitungan politis, buat dia yang harus didahulukan itu rakyatnya. Mau keputusan kontroversial yang ditentang sama partainya dan seluruh parlemen sekalipun, kalo dia yakin itu yang terbaik buat rakyatnya, ya dia jalan terus.
Wow! Kenyataannya, apa masih ada ya seorang pemimpin negara yang seperti itu? Hatinya seratus persen buat rakyat, sama sekali ga mikirin kepopuleran, kekuasaan, dan duit. Kayaknya susah ya nyari orang yang seperti itu. Mungkin awalnya mereka terjun ke dunia politik dengan segala idealisme mereka, tapi ujung-ujungnya ya goyah juga. Lha, kalo ga pake "main mata kiri kanan" dan kompromi, susah juga juga kan mempertahankan kekuasaan?
Kecuali kalo mau jadi diktator yang main libas setiap ada orang yang menentang....
Aku pernah nanya sama seorang temen, "Jadi pemimpin negara itu kan repot, puyeng, kenapa sih orang tetep aja rebutan posisi itu?"
Jawaban temenku, "Buat kekuasaan dong!"
Aku masih belum puas, "Lha terus kalo udah ada kekuasaan, emangnya bakal buat apa?"
"Duit, ayu, duit!" datte.. sambil tertawa atarimae no you ni.
Terus dia mencontohkan temen2 kami di Afrika yang pernah nanya sama dia "Udah ada berapa presiden di negaramu sejak negaramu berdiri?" Lha dia kerepotan ngitung, soalnya selama dia 2 tahun di Jepang aja presidennya udah ganti 3 kali! Ini kontras sama temen2 dari negara-negara Afrika yang rata-rata jumlah presiden sepanjang sejarah negaranya masih bisa dihitung pake sebelah jari.
Menurut mereka "Once, they're there (di "tahta" kepemimpinan), they'll never step down voluntarily!"
Segitu "memabukkannya" kah kekuasaan? Segitu bikin kecanduannya sampe orang bakal ngelakuin apa aja buat mendapatkan dan mempertahankannya?
Ah, coba PM seperti yang digambarkan di drama Change itu bener-bener ada dalam dunia nyata. Coba aja orang seperti dia yang jadi presiden Indonesia.
Hahaha, sayang yang namanya dorama ya cuma dorama....(teyuka, kalo ada yang seganteng oom kimutaku jadi capres buat pemilihan presiden tahun depan sih, rencanaku bwt golput bakal langsung bubar jalan. wakakaka)
Aku ga bermaksud jadi manusia kejam yang tidak berperikemanusiaan dan tidak peduli sama nasib orang-orang cacat dan hak-hak mereka untuk hidup layak...tapi...aku ga tertarik sama sekali sama pelajaran "Barrier Free". Aku ga tergerak untuk mempelajari secara mendetail sejarah hukum anti diskriminasi untuk orang cacat atau jenis-jenis cacat dan penyebabnya. Aku juga ga punya ide-ide brilian yang bisa kusumbangkan untuk membuat hidup mereka jadi lebih mudah. TIDAK! Jadi si sensei itu percuma menerjemahkan setiap pertanyaan ke dalam B. Inggris buat aku. Mau pake b jpn, b ing, b ind, bhs planet mana juga...aku ga akan bisa jawab sesuai yang dia mau!
Yang ada pelajaran ini malah jadi "barrier" bagiku untuk menikmati hari Rabu yang tenang dan damai. Ini melanggar hak asasi ku! Aku kan juga berhak atas kehidupan yang "barrier free"!!
.............
.................
nante ne
(oh iya, 1 lagi barrier buat ku di hari rabu adalah pelajaran kihonnihongo, di mana aku ditempatkan di "chinatown"--;; Aku seorang diri di tengah kepungan sekitar 40an anak chuugoku yang sibuk berceloteh dengan bahasa mereka sendiri...ga tau mereka ngomongin apa, ngetawain sapa! Tapi, biarpun begitu, watashi ha aitsura no doujou nante iran !teka, chikazuitekonaide hoshii no!)
Bohong kalau aku bilang "nomikai" di sebuah izakaya di Esaka tadi ga menyenangkan sama sekali dan aku pergi dengan 100% perasaan terpaksa. Tapi, bayarnya itu lho yang bikin sakit hati. Buat sesama Indonesia-jin, saya bersyukur kita ga punya budaya "nomikai"! Let's keep it like that, ne.
(tadi habis nomikai di izakaya itu, ada 2 orang yang punya ide gila pergi ke "二軒目" alias lanjut minum ke izakaya lain. Duh, untungnya 3 di antara kami masih berpikiran waras dan sadar kalo besok masih hari sekolah. So we ended up going to Jankara Esaka instead...Karaoke lagi dah^^;; Btw, 2 orang yang tadi masih kepengen banget minum itu kayaknya sekarang lagi lanjut pergi minum ke suatu tempat bersama si namja Korea biang party ( u know who lah) ...Yah, mudah-mudahan tuh 3 orang ga kenapa-napa deh! Kalo besok aku ga liat mereka di skul...artinya mereka KO--;;)
Denger-denger, iphone 3G bakal mulai dijual tanggal 11 Juli di Jepang oleh perusahaan HP favorit para ryuugakusei Softbank.
Denger-denger, harganya cuma 20rb an yen!
Kyaaaaa! I'm soooo getting one!
(omong-omong, sepertinya orang-orang Jepang sendiri ga terlalu heboh sama benda ini. Mungkin karena orang jepang, kalo masalah HP, cenderung setia sama merek2 lokal seperti toshiba, panasonic, dkk. Makanya merek semacem Nokia, yang jadi HP sejuta umat di Indonesia dan juga terkenal di berbagai negara di dunia, ga terlalu kedengeran gaungnya di sini.)
Kokoro no ana wo umetai kara Yasashii furi shite waratta
Deai to wakare ga sewashiku
boku no kata wo kaketeikuyoDame na jibun ga kuyashii hodo
wakatte shimau kara son da
Tsuyoku ha nari kirenai kara
tada me wo tsubutte taetetaHora miete kuru yo
Kaeritaku natta yo
kimi ga matsu machi e
Ookiku te wo futte kuretara
nando demo furikaesu kara
Kaeritaku natta yo
kimi ga matsu ie ni
Kiite hoshii hanashi ga aru yo
waratte kuretara ureshii naTaisetsu na koto ha kazoeru hodo
aru wake jyanainda kitto
Kujikete shimau hi mo aru kedo
nakidasu koto nante mou naiHora miete kuru yo
Tsutaetaku natta yo
boku ga miru asu wo
Daijyoubu dayotte so iu kara
nandodemo kurikaesukara
Tsutaetaku natta yo
kawaranai yume wo
Kiite hoshii hanashi ga aru yo
unazuite kuretara ureshii naKaeritaku natta yo
kimi ga matsu machi e
Kakegae no nai sono te ni ima
mou ichido tsutaetai kara
Kaeritaku natta yo
kimi ga matsu ie ni
Kiite hoshii hanashi ga aru yo
waratte kuretara ureshii na
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Ceritanya, hari Jumat kemaren, setelah lebih dari 1 bulan puasa karaoke, aku akhirnya pergi juga ke Jankara bareng Intan, Sandi, n si kohai yang ga berlaku selayaknya kohai Rein.
Sebenernya sih awalnya aku ga ada rencana pergi, tapi Kamis malem tiba-tiba dapet sms dr sandi mengabarkan ada "request" dari seseorang yang mengaku sedang stress berat untuk pergi karaoke n makan bareng. Secara aku dan intan memang cewek-cewek yang baik hati, rendah hati, dan...kebetulan napsu untuk
bernyanyi-nyanyi ria juga sedang meluap-luap gara2 dah lama ga karaoke, kita bilang OK. Dan, hebatnya lagi, hari Jumat siang, tanpa diduga-duga, datanglah
"surat cinta" dari kekasih kami tercinta, Jankara. Jankara room ryokin hangaku meeru! Yatta!! Jadi kita bisa karaoke cuma dengan setengah harga! (hehehe, untung kita ber-4 semuanya udah daftar "meeru kai-in" nya Jankara!). Hehehehe, ternyata Tuhan pun merestui rencana kami berteriak-teriak out of tune di Jankara hari itu!
JAdilah pulang skul hari Jumat (intan ama sandi sih libur...menyebalkan!), kami langsung terbang ke Jankara Tenma (jankara yang paling deket sama asrama ogimachi, dan termurah yang kami tahu) dan puas nyanyi-nyanyi 3 jam sampe suara serak dan kecapean sendiri.
Nah gara-gara acara karaoke kemarin itu, sekarang aku jadi ternginga-ngiang terus lagu "Kaeritaku natta" nya Ikimono gakkari. Sampe-sampe kemaren aku "private karaoke" di kamar nyanyiin lagu itu. KAeritaku natta yoooooo....
setelah selese Karaoke, kita "istirahat" bentar di asrama sambil nunggu Echa selese baito. Karena ga ada kerjaan, akhirnya kita main kartu. Seperti biasa, aku kalah mulu, paling banter jadi yang ke-2 dari terakhir! Aku emang ga bakat deh main kartu-kartuan...Dari kecil maenan yang aku tahu mah cuma sebates cangkul dan joker, pokoknya yang ga pake mikir lah. Kemaren pas diajarin main "fugou" juga ga mudeng-mudeng. Next time, lets just stick with "cangkul", OK?! wakatte kure yo, minna!
Jam 9 lewat, Echa akhirnya dateng juga. Setelah melalui tahap "rebut-rebutan es krim" dengan anak-anak Korea (dengan kubu indonesia diwakili intan dan sandi), kami meluncur ke Saizeriya tenjinbashi for a very very late dinner. Di saizeriya, puas makan, kembung minum softdrink (karena pake drink bar yang nomihoudai),puas ngobrol , puas ledek-ledekan, puas ketawa-tawa (untungnya sepi, jadi kayaknya sih kita ga mengganggu siapa-siapa), akhirnya kita pulang jam 12 kurang.
Tinggal di Jepang, dikelilingin orang-orang asing, 1 hal yang aku sadarin; kesempatan buat kumpul-kumpul sama temen-temen orang Indonesia dan bisa bicara sepuasnya dalam bahasa Indonesia adalah sesuatu yang sangat amat berharga. Makanya aku heran kalau ada orang Indo yang anti bergaul sama sesama orang Indo. Ngomong bahasa Indonesia pun dianggap sebagai "nilai kurang". Wake wakaran...
Betewe, karaoke kemarin membangkitkan lagi jiwa karaokeku yang sempat tertidur selama 1 bulan lebih. JAdi, kalau kalian pas hima dapat "surat cinta" dari Jankara dan tiba-tiba butuh teman buat tereak-tereak di karaoke booth, jangan ragu-ragu menghubungi saya! Kecuali kalau saya pas lagi bokek kronis atau tumben-tumbennya sudah punya acara lain, kemungkinan besar jawaban saya adalah "Hayuuuk!"
Hehehe
Judul Posting kali ini, kalau diterjemahkan ke bahasa Inggris jadi: "See Naples and then die!" yang katanya merupakan sebuah kalimat cukup terkenal yang menggambarkan betapa Napoli adalah kota yang wajib dikunjungi minimal sekali selama kita masih hidup.
Apakah Napoli segitu bagusnya? Segitu pentingnya, sampai kita belum boleh mati sebelum melihat kota itu? Aku ga tahu, tapi pelajaran kaigai chiri hari ini bener-bener membuat hasratku buat pergi ke Italia semakin menggebu-gebu. Suatu hari aku akan menjejakkan kakiku di Italia, dan tentu saja Napoli ga akan kulewatkan.
I shall see Naples before I die....
mini知識:
temen2, tahu Spaghetti Napolitan ga? Kalo ga pernah makan, aku rasa minimal pernah denger kan (apalagi yang tinggal di jepang)? Nah, kalau kalian menebak asal spaghetti ini adalah dari kota Napoli, Italia, kalian salah besar. Rupanya spaghetti ini asli kelahiran Jepang yang kemudian mencatut nama Napoli yang terkenal sebagai kota asalnya pizza itu. Ckckckck, aku benar-benar tertipu!
iseng-iseng buka mixi (setelah berabad-abad ga login, aku menemukan ini:
----------------------------------------------------------------------------------------------------
インドネシア語でワイワイしよう の チェリンです。
昨日6/10「インドネシア語と文化交流の会」第1回目を無事終了する事ができました。
なんか硬い題名やなぁって思いながら書きました。
レッスン内容は題名と違い、ソフトに和やかでしたよ。
講師のAYUさんがテキストを読んでくれたら、もうそこはインドネシア~
バリ島の海辺、みたいに思ったのは私だけではないはず!
テキストは100均のダイソーのインドネシア語会話集だったんですが、
インドネシアではこんな言い方はしません、とか、これは新聞とかでは、書きますが、話言葉ではありません、とか、さすが生の言葉を教えてくれました。
それにミクシーを見た方が、3人も来て下さいました。
お一人でも来て頂いたら、嬉しいなって皆で言ってたのに、何とも嬉しい限りです。
来て下さった方はみなさん、素敵で、色々インドネシアの情報を交換しあいました。
私はバリ島の現地の方が住むマンションに、1ヶ月家賃5千円で、借りてたっていう情報が、うれしかったな。
いつか長期滞在の時、助かる~
会話集は、とっつきやすいんですが、私の様な全くの初心者には、ちょっと難しかったかも。
やっぱり、ある程度文法を勉強した方が、後々応用が効くように思います。
色々工夫してやっていきますね。
第2回目は7/1(火)です。よろしかったら、ご参加下さい。
***************
日 :7/1(火)
場所:大阪市立北区民センター 第6会議室
地下鉄堺筋線「扇町」徒歩北へ3分 JR環状線「天満」徒歩3分
06-6315-1500
時間:pm7:00-8:30
料金:700円
***************
お待ちしてます!
========================================================================
YADAAAAAAAA! Ya ampun. isi "iklan" ini, yang menyangkut "sensei" nya semua usobakkari...hiks2, aku jadi makin malu aja. Pressure kakacchatta.........
Benerbener kudu belajar lebih banyak tentang Indonesia nih. Ganbaru wa!
Dua hari lalu, selesai "Pelajaran Bahasa Indonesia", aku bareng "murid-murid"ku (halaah, sensei gagal aja ngaku punya murid....) makan malem di Resto Indo Cita-cita di Honmachi.
Hisashiburi banget makan di sana. Kalo ga salah, aku emang sebelumnya baru 2 kali ke sana, dan yang terakhir itu sekitar musim gugur 2006. Salah satu alasan kenapa aku ga pernah lagi ke sana, adalah, selain harganya yang agak2 bikin bokek (walaupun rasanya enak), rasanya males aja waza-waza sampe ke Honmachi bwt makan makanan indo sementara di nakatsu yang deket sama Umeda ada Restoran Bagus. Tapi ya, kemaren itu kan mumpung dibayarin, yah...hajar saja dengan sukacita. Hehehehe
Menu yang kami pesan kemaren:
gado-gado, nasi goreng, sate, mie goreng, cah kangkung, pizza bali, jus mangga (buat kami yang ga berminat minum alkohol), plus bir bintang (biasalah, sensei dan konco2nya...sampe mesen lagi beberapa kali pula).
Rasanya? Ya enak sih, walaupun tetep bedaaa sama makanan Indo yang langsung dari Indo. Tapi yang bikin aku mengalami trauma adalah si Pizza Bali yang membuat mulutku kebakaran.
Maluuuu banget!! Sementara si orang-orang Jepang yang makan sama aku itu pada makan lahap tanpa masalah, aku megap-megap kepedesan dan membuat mereka terheran-heran. Duuuh, mana pake acara diledekin ama mas-mas Bali di Resto itu lagi (pelayan di sana ramah-ramah banget, btw. malah kadang-kadang narenareshisugiru...hahaha, tapi asik lah pokoknya!). Mereka ga mau percaya kalau aku memang ga demen pedes dari lahir, katanya aku sudah ter-jepang-isasi. Plis deh, kagak ada hubungannya!
Memangnya kalau orang Indonesia itu berarti harus, kudu, wajib suka pedes ya? Selera dan lidah orang kan beda-beda......
Satu spot sudah di-reserved untuk nilai F di daftar nilaiku semester ini.
T________T
Kok bisa?
Sedihnya, ini bukan karena aku sebodoh itu sampai ga bisa ngikutin pelajaran sama sekali. Bukan juga karena aku rajin bolos.
Ini semata-mata karena 1 kesalahan bodoh: AKU BAHKAN GA TAHU KALAU MATA PELAJARAN INI EKSIS!!!
Mmm, bohong sih kalo aku bilang begitu. Aku tahu sih kalau subjek "kaigai wedding" itu ada, tapi yang aku ga tahu adalah: ITU ADALAH SUBJEK WAJIB, BUKAN PILIHAN!
T__________________________________________________T
Alhasil, aku ga pernah nongol 1 kalipun di kelas itu. Dan hari ini, tiba-tiba tan-nin sensei ku muncul bak shinigami yang membawa kabar maut itu. Katanya, sekarang sudah telat, mau mulai masuk pun ga bakal kekejar untuk dapet kreditnya.
SIALAN! Ini gara-gara satu tanda segitiga putih kecil yang ada di depan nama subjek itu. Simbol menyesatkan nan jahanam (sorry for my language, kayaknya terpengaruh ama bahasanya oknum I di multiply, hwahahaha) yang membuat aku berpikir kalo dia cuma mata pelajaran pilihan
OH NOOOOOOO!!!
F?
FAILED?!
Walaupun cuma sebiji, ini kan bisa menodai clean record ku selama ini yang kuperoleh dengan darah dan air mata. Belum lagi rata-rata absensiku yang jadi merosot jauh banget gara-gara persentase kehadiranku di kelas itu yang 0%! Buat apa aku selama 1 setengah bulan ini ganbatte menyeret diriku sendiri ke sekolah tiap hari, menahan diri sedemikian rupa sampai mencetak rekor cuma bolos sekolah 2 jam dalam 1 setengah bulan?!?!?!?!?!
HIks2. Untungnya aku ga sendiri. Di kelasku ada 3 orang lain yang sama-sama menjadi korban penipuan tak berperikemanusiaan ini. Dan kami tentunya ga bisa tinggal diam, tadi kami udah sekuat tenaga berusaha protes ke sensei dengan menegaskan ke-tidaktahu-an kami. Hasil protes kami? Belum tahu. Mudah-mudahan sih besok kami bakal mendapat kabar baik dari sensei.
HIDUP KEADILAN! HIDUP!
(halaaah)
Pelajaran bahasa Indonesia bersama Sensei Ayu, pertemuan ke 2!
HAsilnya? DAI SHIPPAIDESHITA!! Yappari aku ga bakat jadi guru. Menyedihkan, aku kayak ga ada persiapan sama sekali gitu (emg ga ada sih--;;), ditanyain apa juga susah jelasinnya, mau mulai dari mana aja sempet bingung dan malah dituntun muridnya.
HUaaaaa. Hiks2. Malu buangeeeet! Apalagi di antara 7 orang yang dateng, ada 2 pendatang baru (yang tau tentang pelajaran b indonesia ini gara2 C-san, temennya sensei ku, bikin pengumuman di Mixi) yang bahasa Indonya JAGO tenan secara mereka sempet 6 bulan tinggal di Bali tahun lalu. Moushiwake nakatta banget buat mereka yang levelnya setinggi itu, kudu ketemu guru B Indo amatiran macem aku dan belajar dengan menggunakan kyokasho murahan 105 yen dari DAISO.
Jikai wa motto ganbarimasu wa. Chanto junbi shitokimasu kara.
Oh ya, ngomong2, temen2 sekalian ada yang jago tata bahasa Indonesia, terutama masalah imbuhan dan gimana menjelaskannya dalam bahasa Jepang ga?? Kalo ada aku mau les privat! (gratisan tentunya, atas nama pertemanan. hehehe.)
Dua tahun lebih sedikit terdampar di Jepang, ternyata aku masih belum banyak tau tentang negara matahari terbit ini. Seperti tadi, pas pelajaran jiji shakai, aku mndapat shocking info: KAISAR JEPANG dan keluarganya TERNYATA BUKAN ORANG JEPANG!
....
Bukan orang jepang di sini maksudnya, ichiou mereka (secara ras) adalah orang jepang, tinggal di Jepang, tapi secara resmi ga terdaftar sebagai warganegara jepang. Lalu warganegara mana mereka? Kata sensei sih 無国籍 alias tidak berkewarganegaraan.
Hebat ga sih? Kaisar dari sebuah negara ternyata bukan warganegara negaranya sendiri (nah lho, kalimatnya aja bikin bingung...)!
Katanya ini sejalan dengan konsep kekaisaran di jepang di mana kaisar bener-bener cuma sebagai SIMBOL dari negara Jepang. Jangankan punya hak buat berpartisipasi dalam kegiatan politik, lha kewarganegaraan aja kagak dikasih! (kontras banget sama jaman dulu di mana kaisar dianggap sebagai turunan dewa yang berkuasa absolut.)
Pokoknya kata sensei keluarga kekaisaran Jepang emang paling tokubetsu, lain dari orang Jepang yang lain. Bukan cuma kewarganegaraan yang mereka ga punya, nama keluarga pun ga ada.
Bertambah lagi 1 hal yang aku pelajari tentang Jepang.
Oh ya, 1 lagi....ternyata pelajaran jiji shakai bukan sekedar pelajaran ngopi catetan dari papan tulis yang ga berguna.
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Patah Hati? Cuti Saja
Ingatkah Anda bagaimana rasanya patah hati? Boro-boro bisa
konsentrasi bekerja, mengingat Si Dia saja airmata langsung bercucuran.
Sebuah perusahaan di Jepang, Hime & Company, ternyata sangat
memahami 'penderitaan' tersebut. Buktinya, mereka mengeluarkan
fasilitas cuti patah hati untuk para karyawannya.
Dalam website resminya dijelaskan: "Banyak perusahaan yang memberi cuti melahirkan dan mengklaim telah berbuat baik untuk para perempuan... Saat sakit orang mengambil cuti, tapi tidak saat mereka patah hati. Padahal, dalam situasi demikian sangat sulit untuk bekerja, bahkan orang kerap membuat kesalahan dan melakukan hal-hal aneh."
Singkatnya, pihak manajemen perusahaan tersebut sangat mengerti bahwa cuti patah hati bukan hanya efektif untuk karyawan itu sendiri, tapi juga untuk pihak perusahaan. Dalam kondisi mental yang terpuruk akibat patah hati, bisa jadi seseorang akan membuat keputusan yang salah, termasuk keputusan yang berkaitan dengan pekerjaan yang akhirnya bisa merugikan perusahaan.
Setiap karyawan di perusahaan tersebut berhak atas cuti patah hati tersebut. Mereka yang berusia awal 20 tahunan boleh mengambil cuti ini satu hari dalam setahun. Sedangkan yang berusia pertengahan 25 tahun dapat jatah dua hari, dan yang berusia 30 tahun ke atas mendapat jatah tiga hari untuk berlibur mengobati patah hatinya.
Mungkin mereka bisa memesan kamar hotel, lengkap dengan sekotak tisue dan cokelat.
sumber: kompas.com 15 mei 2008
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Hahaha, TOP banget dah! Aku sih ga ngebayangin klo mau ambil "cuti patah hati" ini, kudu ngadep atasan dan bilang "PAk, saya mau minta cuti karena kemaren baru putus/pacar saya selingkuh/baru ditolak cowok/alasan lain yang menyebabkan saya patah hati." Memang ga malu ya pengumuman hal begitu?
Kutipan dari sebuah artikel di The Jakarta Post:
"Indonesia is indeed one of the most religious nations in the world, a fact confirmed by last year's religion monitoring study conducted in 21 countries by the German-based Bertelsmann Foundation.
Ironically, Indonesia is also notorious for being among the world's most corrupt countries.
Being religious, corruptors must pray first before stealing state money, or perhaps they set aside a little of the corrupted money to build mosques or churches"
Jadi pengen ketawa. Ketawa sedih, ketawa malu. Truth hurts, ne...
Sebelum masuk ke isi utama postingan kali ini, saya mau meminta para pembaca sekalian untuk membaca judul tulisan ini dengan nada lagu "Kemesraan ini" demi menghormati seorang teman yang hobi banget mendendangkan kalimat "kehidupan ini" dengan nada lagu tersebut... *lirik-lirik*
OKe. jadi, kehidupan ini, menurut seorang temanku yang lain bisa dideskripsikan dengan 1 kata: SHINDOI!
Betul, aku ga bisa lebih setuju lagi! Aku bahkan sudah sampai tahap di mana aktivitas makan pun kuanggap sebagai sesuatu yang melelahkan (hebat kan?!). Akhir-akhir ini aku lebih memilih menahan lapar daripada bergerak sedikit untuk masak dan makan indomie atau makanan-makanan praktis lain.
Hasilnya? ...kalo boleh sedikit ge-er, aku jadi kurusan..ehm...blum teruji secara klinis sih, secara aku blum nimbang, tapi komen dari beberapa orang membuat aku berani sok pede. Cuma yah...mungkin karena kurusnya dengan cara ga sehat, aku jadi lemes banget akhir-akhir ini, suka pusing, dan bawaannya nguaaaaaantuk mlulu. Menambahah shindo-sa dari kehidupan ini...
Satu lagi yang bikin shindoi dari kehidupan ini adalah kewajiban buat memilih. GA ada hubungannya sama pemilu atau sejenisnya, kewajiban memilih di sini berlaku buat segala hal dalam kehidupan sehari-hari. Pilih mau catok rambut dan mengorbankan ekstra 15 menit atau membiarkan rambut begitu saja tapi bisa tidur sedikit lebih lama. Pilih mau ngikutin kemalasan dan bolos sekolah atau jadi anak baik dan menyeret diri ke sekolah. Pilih mau pake sepatu atau sendal. Pilih mau pake kaos lengan panjang atau pendek? Pilih mau makan siang bento nya Sunkus atau bento honkekamadoya atau malah tahan lapar untuk hemat uang. Pilih naik ke lantai 4 pakai lift yang jejel-jejelan dan datangnya lama atau naik tangga yang bikin capek.
Contoh di atas baru pilihan-pilihan yang sederhana. MAsih ada lagi yang lebih rumit yang bikin pala mau meledak kalau mikirinnya. Mau mulai baito dari sekarang atau nanti aja abis balik dari Indo. Mau ganbaru hennyuu di univ jepang atau ambil jalan gampang, yaitu: pulang. Kalau ke daigaku mau tetep nekad nyoba management (yang aku mattaku kyomi nai sebenernya) atau mengikuti kata hati milih tipe-tipe social and political studies atau malah mengambil keputusan gila ngambil english literature di univ jepang @__@. Mau nyoba universitas negeri juga atau bablas nyoba uni swasta smua aja.
See, life is all about making choices. And, sadly, i SUCK at making choices. I can never seem to make the right choice...always regretting it later.
AAah kehidupan ini. Kenapa begitu membingungkan? Kenapa begitu melelahkan? Dan herannya, soredemo, kenapa aku masih tetap mencintai hidup ini? (baca: blum pengen mati). that's a good thing, though. ikite ikitai te iu ishi sae areba ne...
★★ \^0^dakara, life is shindoi dakedo, live on shika nai wa ^0^/★★
Yosh! Kondo koso, aku bakal berjuang untuk mengambil keputusan yang tepat! Keputusan yang ga bakal aku sesalin di kemudian hari. Haha.
Setelah kuhitung-hitung, ternyata aku sudah mencapai prestasi luar biasa dalam hal pengendalian hawa napsu!
a. sudah hampir sebulan ga pergi karaoke sama sekali
b. sudah lebih dari 2 bulan ga belanja baju dan sejenisnya
WOW! Hebat, hebat...Tapi kok tetep aja rasanya duit yang mengalir ke luar banyak banget ya? Duh, apa lagi nih yang kudu dihemat?! Masak kudu puasa demi menekan biaya makan?
Dalam 1 bulan kedepan, aku perlu ngeluarin uang dalam jumlah luar biasa untuk:
1. Tiket ke Indo
2. Liburan ke bali
3. ambil TOEIC
4. ambil TOEFL
Ini sih namanya bener-bener besar pasak daripada tiang. DAREKA TASUKETEEEEEEEEEE!
Aku menemukan sumber hiburan baru: kaskus.us! Hahaha, even better then k-drama...kalo baca post2 di forum ini, kita ga cuma dapet hiburan (dari komen-komen yang ga jarang luar biasa kocaknya...sayang banyak yang bahasanya kayak orang ga pernah sekolah. Kebun binatang kluar smua!), tapi juga informasi (walau banyak juga gosip2 ga jelas sih, hehehe). YAng sekarang lagi panas-panasnya sih masalah Gusdur , the infamous FPI, dan Ahmadiyah...wah, serunya sampe bikin kehebohan BBM ga kedengeran lagi! Tapi aku ga mau ikutan komen kalo yang begituan ah, abis ujung-ujung nya thread begitu pasti nyerempet ke SARA dan saling menghina. Lagu lama...capek deeeeh.
Nih salah satu contoh isi thread ringan nan tak penting namun menghibur dari kaskus:
[berita] Obama Rajin Hapus Papan TulisBarack Obama meninggalkan kesan manis pada teman-teman sepermainannya saat masih belajar di SDN Menteng 01. Dia antaranya, Obama suka bertanya dan menghapus papan tulis.
Kenangan masa kecil ini disampaikan Sonni Gondokusumo (47) teman sekelas sekaligus teman dekat senator Illinois yang juga calon presiden AS dari Partai Demokrat itu. Menurut Sonni, Obama termasuk murid pintar dan tidak segan bertanya bila ada pelajaran yang tidak dimengerti. Kata Sonni, Obama juga rajin menghapus papan tulis begitu melihat papan penuh tulisan.
Sonni menuturkan, Obama sering datang ke rumahnya untuk bermain dan mengerjakan pekerjaan rumah bersama. "Rumah kami dekat. Dulu ia tinggal di Taman Amir Hamzah 22, sedangkan saya di Jalan Dempo Matraman. Ia sering mengunjungi saya di rumah untuk menanyakan dan mengerjakan PR," ujar Sonni saat dihubungi Kompas.com lewat telepon, Kamis (5/6).
Ia juga menyampaikan, teman-teman seangkatannya sangat mendukung Obama sebagai calon presiden AS. "Mei lalu, kami sempat mengirimkan surat dan foto kami untuk mengingatkannya pada masa kecil dulu. Dalam surat itu kami tulis, Good Luck Barry!' sampai saat ini kami masih menunggu surat balasan darinya," kata Sonni yang kini berprofesi sebagai pengacara itu. (C5-08)
Apa komen dari para kaskukers? Rata-rata mentertawakan kehebohan orang Indo, mentang-mentang pernah kenal si Obama 1-2 tahun waktu SD aja, sampe berasa penting nyeritain si Obama dulu hobi hapus papan tulis, masuk kompas pula!@_@ Lha, honnin nya sendiri aja paling udah kagak inget peristiwa puluhan tahun itu. Ngirim kartu berisi dukungan buat capres Partai Demokrat itu, trus pake ngarepin balasan. Emangnya dia kagak repot ama urusan pemilu dsb? Haduh, kalo kartu itu NYAMPE dan sampe DIBACA sama orangnya langsung aja udah bagus ga sih?
Mudah-mudahan dia ga ngeliat kartu itu trus mikir "Who the hell are they? "
Udahlah, peduli amat ama si Obama dan masa kecilnya di Menteng! Mau dia dulu suka ngapus papan tulis kek, ngepel lantai kek, ngosek WC kek, GA ADA HUBUNGANNYA SAMA KITA! Udah mendingan kita mikirin calon-calon presiden baru kita, pan udah mau pemilu tuh tahun depan!
(tapi tetep aja aku suka baca berita-berita ga penting begini. Kocak sih, hwahaha)
Hehehe, terinpirasi dari judul entry blognya Intan yang terbaru. Kupikir dia udah lebih dulu menyuarakan suara hatiku yang capek sama hujan, tahunya dia ngomongin uJian, bukannya ujan...^^;;
Eniwei, sekarang sudah masuk 梅雨 (tsuyu) alias musim hujannya jepang yang biasa terjadi sekitar awal Juni, mengawali musim panas. Ah, males banget! Hampir tiap hari mendung, kadang-kadang malah hujan deras seharian, seperti hari ini....Kalau denger suara hujan rintik-rintik gitu, bangun tidur aja rasanya beraaaat banget, ga pengen bangkit dari tempat tidur! Apalagi kalau harus keluar rumah dan berhujan-hujanan ke stasiun (pake payung sih, tapi, tetep aja...). Cocok banget deh kalimat saktinya cinta laura, "Udah ujan, becek, ga ada ojek!"
Musim ujan begini, yang namanya PAYUNG jadi senjata andalan deh! Aku
sampe udah koleksi payung 4 biji (gara-gara 2 kali lupa bw payung n
terpaksa beli di kombini T______T), salah 1 nya payung jumbo yang
judulnya "janpukasa", alias "jump umbrella", alias "payung
loncat"...hahaha...Jepang paling jago dah kalo ngasih nama unik buat 1
produk!
Yang ga enak lagi dari tsuyu, makanan jadi cepet basi! Masak nasi pagi, kalau sampai sisa, malamnya sudah mulai berair. Ada juga sensei yang sampe wanti-wanti supaya kita ga simpen beras begitu aja, kudu masukkin lemari es, kalau ga nanti keluar serangga-serangga menjijikkan. Hiiiiiii.
Ah, kok hujan jadi mendokusai gini ya? Padahal dulu, sebelum dateng ke sini dan masih tinggal di kota yang selalu langganan banjir tiap hujan gede, aku termasuk penggemar berat hujan! Dengerin rintik-rintik hujan dari dalam kamar sambil tidur-tiduran baca novel...SAIKOU! Aku juga paling girang kalau musim hujan, ga kering kerontang n panas kayak musim kemarau! demo sono daisuki na ame mo itsu no manika kirai ni nachatte...
Hujan, oh hujan....
Akhir-akhir ini, demi "membuka cakrawala", aku jadi rajin browsing kompas.com dan forum-forum online. HAri ini aku menemukan berita menarik di kaskus
| Jember - Pengurus Pemuda Pancasila (PP) Jember mempunyai cara unik dalam memperingati hari lahirnya Pancasila, Minggu (1/6/2008). Di sekitar alun-alun Jember, sejumlah pengurus PP menggelar sweeping. Bagi warga yang ditemui pengurus PP, mereka diminta untuk melafalkan 5 butir Pancasila. Dari beberapa yang mereka sweeping, ternyata ada yang tidak hafal Pancasila. Para tukang becak, pedagang kaki lima serta beberapa pejalan kaki sebagian besar tidak hafal sila kedua dan ketiga. "Waduh lupa yang sila keduanya," kata Jono, PKL yang mangkal di alun-alun. Bagi mereka yang tidak hafal, para pengurus PP menghukum mereka dengan menyuruhnya menghormat kepada bendera merah putih yang dibawa oleh seorang pengurus. "Aksi ini sebagai bentuk penghargaan kepada Pancasila. Ternyata banyak warga yang tidak hafal dengan sila-sila pancasila," ujar Ketua PP Jember, A Aris Ismail. Selain menggelar sweeping, pengurus PP juga mengadakan upacara bendera di dan membagikan sembako bagi warga kurang mampu di sekitar Alun-alun Jember. [b](fat/fat) |
@___@
Ga tau mau ngakak atau kesel. Itu orang aneh-aneh aja ya. Orang kayak tukang becak begitu disuruh hafal pancasila?! Lha mikir nyari makan aja susah, gimana suruh hafal sila-sila pancasila yang realisasinya 0 BESAR ITU?
Kalo pemuda-pemuda kurang kerjaan itu mau sweeping, menurutku target yang paling tepat buat di"sweep" adalah MAHASISWA dan PEJABAT NEGARA secara mereka yang paling sering berkoar-koar mengatas namakan rakyat. Ga keren aja kan kalo udah ribut tereak-terak gitu, ternyata pancasila aja kagak hafal.
Chinami ni, minasan ha mada pancasila wo wasurete ha inai deshou ne. ;P
Recent Comments