otsukaresamaaaaaaaaa
aku rasanya pengen banget meneriakkan kata itu ke diriku sendiri. Bener2 "OTSUKARE"!!! wisata sekolah 2 hari ke mie-ken (yang cuma 3 jam naik bus), menghabiskan lebih banyak tenaga daripada dugaanku.
demo, sanka suru koto ni shite honto ni yokatta to omou...igai to tanoshii tabi ni narimashita.^^
Hari pertama ke ise shrine sih ga begitu seru, secara kita dipimpin sama tour guide dalam waktu yang sangat sempit, jadi buat foto2 aja ga ada waktu (padahal sekkaku udah dateng ke sana, dan pemandangan di sana bagus banget T_T ). Tour guide nya sama sekali ga memberi kita kesempatan buat menikmati pemandangan dan bernarsis ria dengan dejikame, dia malah berulangkali ngomong kalo kita mengunjungi shrine seperti itu, kita harus "kokoro ni nanika wo kanjiru..." Well, for the japanese, maybe they should, but for me (yang bukan shinto, bukkyo, atau sejenisnya), --with all due respect-- I'd rather not....
Yang seru justru acara makan malamnya yang ditutup dengan karaoke. Bwahahaha, seru abis...yang udah 20 tahun pada minum2, danpada nyanyi tereak2 ga tau malu semua(terutama yang anak tahun ke2, kalo yang tahun pertama kayanya masih agak sungkan gara2 ada senpai...). Yappari nihonjin tte osake to karaoke ga daisuki desu ne...^^;; Ketika acara makan malam selesai dan aku diinformasikan kalau "untuk anak tahun pertama acara sudah selesai, sementara anak tahun ke 2 akan lanjut berhura-hura dengan sensei", aku dan stella udah siap2 balik ke kamar, tapi dicegat sensei yang mukanya sudah super merah gara2 dari tadi minum osake
nonstop. Katanya "kalian berdua ikut kita aja..."
Hhhh.... nasib jadi anak tahun pertama yang 3 thn lebih tua dari yang lain (yang berarti lebih tua juga dari kebanyakan 2 nen sei...)....Tadinya sempet bingung juga, tapi...secara kita douse balik ke kamar juga ga ada kerjaan dan masih sore (baru jam 8), kita oke aja. Maka bergabunglah kami dengan anak2 tahun ke2--yang kebanyakan ga kami kenal--, 2 orang sensei, dan 2 orang dari top staff (kaisha yang akan merekrut anak2 dari sekolahku untuk jadi tour guide) di ruang karaoke. awalnya sih masih adem ayem aja, yang minum ya minum, yang ngobrol ya ngobrol, yang nyanyi ya nyanyi...tapi seiring bertambahnya jumlah alkohol yang diminum, suasana memanas....Sensei, yang ogah nyanyi, tiap kali ada orang yang nyanyi lagu yang nge-beat langsung meloncat ke tengah ruangan dan berjoget2 gila lalu menarik2 semua muridnya ke tengah juga (aku jg korban...)...parah-parah-parah-parah....bener2 beda sama sensei yang aku tahu di ruang kelas...
http://www.youtube.com/watch?v=-nzlSuojtGY
Tapi emang suasana di sana udah bener2 moriagarisugite, sampe semua orang udah ga peduli lagi...aku aja --yang bahkan nyanyi di depan temen sekelasku ga mau-- sampe rela berduet sama seorang senpai...
tanoshikattaaaaaaaaaaa!!! cuma, aku pengen tahu aja, seandainya ga ada alkohol, apa mereka tetep bisa seheboh itu, atau mereka bener2 tergantung sama alkohol untuk "membuat suasana jadi meriah"??
--bersambung--

Recent Comments