1. Darcy's story
2. Pride and Prejudice
3. Emma
4. Sense and sensibility
Yes! Buku2 pesenanku dari amazon itu akan diantar hari ini. ^o^
Sejak nonton "Becoming Jane", dilanjutkan dengan Pride and Prejudice, Emma, dan Sense and Sensibility, aku jadi penasaran banget pengen baca novel2 nya Jane Austen. mmm, Darcy's Story bukan karangan Jane Austen sih...tapi karena dia ini semacam "lanjutan" dari Pride and Prejudice (yang film nya keren banget!!) aku merasa wajib baca.
semoga aja aku ga kecewa. Mudah2an aku ga mengeluarkan sekian ribu yen untuk sesuatu yang sia-sia...
------------------------------------------------------------------------------------------------------


SUDAH DATAAAANG. I don't really know why, but I'm just soooo
excited.
Tahun ini akhirnya aku dapet kado natal,
hehehe.,Kado natal dari dan untuk diriku sendiri....^^;;
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Aku ga kecewa sama buku-buku yang kubeli, sama sekali ga kecewa! Terutama untuk buku "Pride and Prejudice".
Mungkin agak terbalik dengan orang-orang lain, aku baru tahu keberadaan novel classic karya JAne Austen ini setelah menonton film adaptasinya yang berjudul sama (2005). KArena suka sama film ini, aku kemudian terdorong untuk menonton film2 yang diadaptasi dari karya2 JAne Austen yang lain. JAdilah aku menonton Emma, HArtfield PArk, dan sense and sensibility. Semuanya bagus, tapii yang paling berkesan buatku tetap Pride and Prejudice dengan 2 tokoh utamanya ELizabeth Bennet dan the arrogant Mr. DArcy (to whom I can relate my self in some ways...but, for sure, not the being very rich part)
Aku kemudian merasa WAJIB baca bukunya demi memuaskan rasa penasaranku. JAdi, 2 hari aku BERJUANG keras menghabiskan sekitar 270 lembar novel Pride and Prejudice. Berjuang di sini bukan karena ceritanya membosankan, tapi lebih karena kemampuan bahasa Inggrisku yang terbatas dan gaya bahasa awal abad 19 yang digunakan di situ membuatku harus membaca super pelan dan hati-hati untuk bener2 mengerti maksud tiap kalimat.
Perjuanganku ga sia-sia, aku menemukan bukunya bahkan lebh menarik dari filnya. Betul, aku sempet capek membaca surat-surat panjang yang ditulis beberapa tokoh dalam novel ini. Dan gaya bahasa muter-muter bribet yang dipake dalam dialog2nya kadang2 bikin aku pengen bilang "HAYAKU IE YO!!!"., tapi...apa boleh buat, memang gaya bahasa seperti ini yang dipake orang2 pada masa hidupnya Jane Austen. Aku ga bisa mengharapkan tokoh2nya bercakap2 dengan bahasa ringan dan kocak seperti dalam novel2nya Sophie Kinsella atau Meg Cabot kan?
JAdi, terlepas dari kesulitan bahasa, aku harus bilang I really love the story!!! AKu juga sudah baca buku Darcy's Story, yang intinya menceritakan cerita yang sama dengan Pride and Prejudice tapi lebih menitik beratkan pada pemikirian, perasaan, dan hal2 yangterjadi pada Mr. Darcy. DAn buku ini, yang membuat aku mengerti latar belakang tindakan2 Mr. Darcy yang ga banyak diungkap di P&P, malah membuat aku semakin jatuh cinta sama P&P.
Sejauh ini aku sudah nonton film P&P(2005) 3 kali, baca novelnya, baca darcy's story, nonton versi mini serinya (1995), dan masih belum bosen sama ceritanya.
Seandainya aku punya terlalu banyak uang untuk kubuang2, dengan senang hati aku bakal memakainya untuk membeli novel2 lain yang berhubungan dengan P&P yang ternyata, setelah kucek di amazon, jumlahnya buanyaaaak sekali. terlalu banyak untuk kubeli semua, sayangnya
Recent Comments