« October 2007 | Main | December 2007 »

Si CAntik dan si Buruk Rupa

Aku rasa "Beauty and the Beast" bukan lagu yang cocok untuk pernikahan, bahkan kalau memang yang menikah itu pasangan yang secara fisik jomplang alias bener2 "cantik dan buruk rupa" sekalipun! Sepertinya ga penting deh mengumbar ketimpangan fisik itu dengan memasang lagu "beauty and the beast" sebagai background song sementara sang pasangan berjalan menuju podium. Sama aja kaya mengumumkan "ya ini lah pasangan cantik dan buruk rupa kita!!!"
=.=;;
Tapi sepertinya anak2 dari bridal gakka di sekolahku punya pikiran yang berbeda.
Aku jadi pengen nanya ke mereka,
"So, who's the beauty and who's the beast?"

                            

another eikaiwa no hanashi

TAdi di kelas eikaiwa, dari 20 murid yang seharusnya mengikuti pelajaran, cuma 8 yang muncul.
And that somehow made me ....
.....
HAPPY!!!!!!!!
HUahahaha, semua benci eikaiwa hari jumat!!! I'm not alone!!!

Tour Planning

AKu lagi pusing!! Pusing mencari tempat wisata di luar kansai yang bisa dikelilingi dalam waktu 2 hari, ga jauh2 amat, biayanya ga bikin melarat, dan bisa dinikmati oleh 3 orang cewek.

Di manakah gerangan itu???????

Saat ini yang kepikiran cuma Huis Ten Bosch di Nagasaki, tapi setelah kuhitung2, minimal bakal abis sekitar 30rb yen untuk tiket pesawat, hotel, tiket masuk, dan transportasi selama di Nagasaki. MAsih kemahalan...

Huhuhuhu. Enaknya pergi ke mana ya?

PErgi ke hokkaido cuma 2 hari kayanya ga mungkin

Ke Tokyo, temen2 ku udah pada pernah ke situ, ga mungkin mau diajakin ke sana lagi.

Ke tempat main ski macem Nagano? Wah, kayanya aku muri deh kalo ski.

Bingung!

(mentang-mentang aku di travel gakka, aku deh yang disuruh bikin rencana T_T )

Tawaran

Tadi Nishikawa sensei, yang biasanya tidak suka berbasa-basi denganku, tiba2 mendekati aku pas pulang sekolah.
NS: Ayu san, kamu otot kaki nya kuat ga?
Waduh2 sekali kalinya basa-basi bener2 basi sekaliiiiii, wake wakaraaaan. Tapi toh, aku harus ramah sama senseiku, jadi dengan senyum aku menjawab.
A: Wah, ga sensei. Undoukei zenzen dame desukara
NS: Oooh, yappari sou yana, kimi ha atama ga ii kedo, tairyoku ha amari nasasou desune.(ternyata emg begitu. Kamu itu pinter tapi kayanya secara fisik ga terlalu kuat ya).
Aku ga ngerti dia bercanda atau serius menghina, tapi aku memutuskan untuk menganggap itu sebagai candaan dan tertawa.  Lalu sensei melanjutkan basa basinya, ngalor ngidul ke orang2 Chinese di Indonesia yang menonjol di bidang olahraga dan menghubung2kan ketidakmampuanku dalam bidang olahraga dengan statusku yang "pribumi indonesia" dan blablabla.
Ketika obrolan semakin panjang dan tidak jelas, aku makin gelisah. AKu benci basa-basi dan obrolan panjang, apalagi kalau dilakukan dalam bahasa yang bukan bahasaku. Rasanya tadi udah pengen teriak "Sayonara!" aja ke sensei , terus langsung melarikan diri.
Namun sayang, sensei ga menangkap sinyal2 gelisahku, setelah sekitar 10 menit basa-basi pembukaan, dia baru masuk ke "TopIk utama". Dia nanya apakah aku berminat ngajar bahasa Indonesia ke temen2nya.
Jreng, jreng....
Ngajar??
AKU???
AKU NGAJAR????
Haduh haduuuh, aku memang orang Indonesia dan sehari-hari berbahasa Indonesia, tapi kalau disuruh ngajar bahasa Indonesia, versi yang baik dan benar pula, rasanya ga mungkin deh. Aku menatap senseiku, otakku berputar cepat, berusaha mengatur kata-kata penolakan yang baik. Dan yang keluar dari mulut ku adalah:
"Hai, yatte mitai desu!"
Yappari aku ga bisa menolak permintaan senseiku. Otakku nyuruh bilang "ga", tapi mulutku bekerja lebih cepat dan bilang kalo aku pengen nyoba ngajar.
Nasi sudah menjadi bubur, aku sudah terlanjur bilang iya dan sensei ku dengan girang bilang bakal menghubungi aku lagi.
Lebih parahnya lagi waktu sensei nanya "Kamu mau minta berapa untuk bayarannya?", aKu ga tau mau jawab apa dan cuma bisa bilang "Wakarimasen". Ini menyebabkan sensei mengambil kesimpulan bahwa aku sebagai kokuhi ga terlalu butuh uang dan memutuskan "Kalau begitu, kira-kira sebesar uang makan malam dan ongkos aja ya..."

Walah walah, aku bakal kerja gratisan lagi nih kayanya
T_T

Jalan2 ke China dan Eropa Demi Beli Indomie

Kemarin, setelah berhari2 ngidam indomie, akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke Sannomiya,Kobe. Sebenernya ttempat tujuan satu2ku di sana adalah toko halal yang menjual Indomie dengan harga jauh lebih murah daripada Toko Salam di Namba. Namun, sebelum aku berhasil membeli Indomie, si Nona Echa yg menemaniku ke Kobe kemarin  sukses menyeretku masuk ke outlet GAP dan aku 'terpaksa' keluar dengan 2 item yang kalau kupikir2 sekarang sebenernya ga kuperlukan. Hhhhhh, agak menyesal sih Tapi, memang, cewek mana yang mampu menahan diri melihat diskon sampe 70%??
Setelah menghabiskan sekitar setengah dari isi dompetku di GAP, kami menuju ke China Town. Ternyata di sana ada toko yang menjual benda2 indonesia, dan dia menjual Indomie dengan harga yang bahkan lebih murah dari pada Kobe Halal food tempatku biasa beli Indomie. Kalau di Kobe Halal Food harganya 85 yen, di sana cukup 80 yen saja, dan ada rasa kari ayam kesukaanku! Aku langsung meraup 10 bungkus Indomie dengan bahagia, membayangkan di malam yang dingin nanti aku bisa menghangatkan diri dengan memakan semangkuk Indomie kari ayam panas2. Yummy!!
Urusan Indomie selesai, sebenernya kami bisa aja langsung pulang. Tapi...kami memutuskan untuk memanfaatkan sehari itu dengan sebaik2nya, mumpung sudah sampai Kobe^^. Belanja sudah, makan sudah, selanjutnya apa lagi kalau bukan foto2??
Kebetulan hari sebelumnya aku sempet baca di sebuah travel guide book tentang Kitanocho, sebuah kawasan yang di jaman meiji dulu menjadi pusat tempat tinggalnya para pedagang dan diplomat barat di Kobe. Ga heran kalau di kawasan ini banyak rumah2 berarsitektur eropa klasik yang cantik2.
Sekarang rumah2 itu dijadiin objek2 wisata, yang berarti untuk masuk kita kudu bayar. Tapi, kalau cuma mau foto2 di depannya aja sih GRATIS.  dan tentu saja aku dan echa memilih opsi yang kedua; foto2 gratis^o^. Emang kawasan ini pas banget buat background foto. Apalagi dengan pohon2 yang daunnya memerah di sepanjang jalan, waah, berasa lagi musim gugur di Eropa. Gyahahaha, mimpiku jalan2 ke Eropa belum kesampean, gapapa deh foto2 di Kitano dulu buat pemanasan.

Udah 1 setengah tahun di Osaka, selama ini yang aku tau tentang Kobe cuma seputar Sannomiya dan Fisherman's Market (baca: tabehoudai^^). Ternyata, masih banyak tempat2 menarik yang patut dijelajahi di kota yang jauhnya cuma sekitar 30 menit dari Osaka ini.
Kobe, I'll be back!

Toraberu Dei

Akhirnya ada kepastian dari Sensei, tanggal 30-31 Januari 2008 ditetapkan sebagai Travel Day di sekolahku dan akan diisi dengan acara jalan2/kenshuuryokou. Kalo anak2 Sundai Tokyo bisa ke Okinawa, Sundai osaka tidak mau kalah, kami akan pergi ke.....

Perfektur MIE

@_@
Sama-sama Sundai koq nasib nya jauh banget ya. Ckckckck, Mie-ken, tetep seputar Kansai aja dan kami harus BAYAR lagi 15rb yen (anak2 di Tokyo katanya gratis, udah termasuk uang sekolah)..

Demi mendengar kabar tidak menggembirakan itu, aku tadinya sudah berniat ga akan ikut. Apalagi acara jalan2 ini memang cuma wajib buat mereka yang mau ikut internship untuk tenjouin (tour guide). Tapi,kawan seperjuanganku Stella tiba2 memutuskan bahwa dia ingin ikut, dan aku ga mungkin tega membiarkan dia pergi sendiri. Belum lagi sensei (yang biasanya nyuekkin kami) tiba2 jadi persuasif banget, membujuk2 kami ikut. Katanya "Yang ga ikut internship juga boleh koq ikut ryokou ini. Itung2 wisata murah!"
Ternyata oh ternyata, Sensei membujuk2 kami karena dia (sekolah) butuh banyak partisipan untuk acara wisata ini kalo ga mau merugi (biaya sewa bus, hotel, dsb). Bukan cuma kami yang dia 'tarik-tarikkin', anak2 taun kedua pun sudah dia bujuk2.

Waktu aku nanya "Sensei, di kamarnya ada kamar mandi sendiri kan? Ga harus ke onsen yang rame-rame". Sensei langsung dengan baik hati menjawab "Oh iya, kalian ga bisa ya mandi rame2 sama yang lain? Ya udah nanti saya cek, tapi sepertinya sih ada koq kamar mandi." Lalu, mengingat sebelumnya sensei menyebut2 kalo 1 kamar bisa diisi sekitar 5 orang dan mungkin dicampur sama anak tahun ke2, aku nanya lagi "boleh ga kalo saya sekamar berdua aja sama stella?". Tak diduga-duga, sensei memberi tanggapan positif "Sebenernya sih kamarnya ga bisa pilih2, tapi nanti coba saya atur supaya kalian dapet kamar yang ber 2 atau ber 3."

Huahahaha kelihatannya dia desperate banget ingin kami ikut ryokou ini sampai semua request kami dia penuhi ^^v.

Jadi kayanya aku bakal ikut wisata 2 hari ke Mie-ken ini. 15 rb untuk 2 hari, jalan2 ke Spain Mura, Ise Jingu, menginap di hotel bagus, dan shokujitsuki...kayanya ga rugi-rugi amat.
Ya ga sih?

'sistem kalender'!

Sebenernya semester ke 2 ini kuawali dengan tekad mulia "Yosh, 100% no shusseki ritsu wo mezasou!!!" Aku bertekad bakal rajin sekolah dan akan bolos 1 kelas pun.
Tekad ambisius yang ternyata mustahil bagi seorang Ayu....
Sampe sekarang sih shusseki ritsuku ga jelek2 amat, masih sedikit di atas 90%. Ini karena aku pake 'sistem kalender'.^^b
Jadi, setiap awal bulan aku selalu mengkalkulasikan total jam pelajaran di bulan itu, berapa jam aku bisa bolos per minggu, dan kelas2 apa saja yang aman untuk di-bolos-i. Dan sampai sekarang, sistem ini terbukti berjalan efektif. Hohoho, aku bisa bolos tanpa rasa was2 karena tahu pasti kalo shusseki ritsu ku akan tetap aman.
Not that I'm proud of it or anything...Aku cuma berpikir, kalo mau bolos, aku harus bolos dengan 'pintar'.


I don't wanna go Out!!!

Aku kecanduan serial TV amerika. Setelah heroes, datanglah house, lalu grey's anatomy, lalu prison break, dan sekarang Ugly Betty.
Aku bener2 ga bisa berhenti dan dalam 1 hari libur bisa menghabiskan 1 season (yang terdiri dari sekitar 22 epside)!!!
I just need to stop!!!!!!!! TApi sayangnya ga bisa secara serial TV amerika itu selalu tayang ber season-season dengan rata2 20 an episode per season yang membuat ku ga akan pernah kehabisan bahan tontonan@_@
Sementara orang2 lain memanfaatkan waktunya untuk BAITO atau belajar bwt nouryoku shiken atau hal2 lain yang berguna, aku stuck di depan komputerku, ga ngomong sama sapa2, ga ketemu sama siapa2 seharian (atau bahkan lebih). How pathetic is that??? Dan lebih parahnya lagi, aku mulai mencintai kehidupanku yang seperti ini.
Tiap wiken ada aja temen yang akan berusaha menarikku keluar dari "liang kubur" ku ini. Ada pesta yakiniku, reunian sama temen2 sekelas di nihongo gakkou, sekedar jalan2 ke umeda, dan banyaaak lagi, dan tiap kali aku selalu berusaha mati2an mencari alasan untuk menghindar. Kenapa? Karena aku merasa lebih nyaman melungkar di bawah futon ku sambil nonton kelanjutan Ugly Betty dkk daripada jalan keluar menerjang terpaan dingin angin musim gugur sambil repot2 berusaha berbasa-basi dengan orang-orang.
Sudah ada beberapa temen yang berbaik hati menegur aku tentang kehidupan ku yang tak sehat ini. Tiap kali aku cuma bisa senyum2 aja. Habis mau bilang apa? semua yang mereka bilang tentang aku itu bener.
Dan aku terlalu MALAS untuk berubah.
Mungkin nanti, kalau stasiun2 TV amerika memutuskan untuk menghentikan penayangan SEMUA serial TV nya.
Yang sepertinya ga akan terjadi dalam waktu dekat ini.
>_<

W.O.

Eikaiwa bener2 mata pelajaran yang menyusahkan. minggu lalu ada murid yang nangis, minggu ini gurunya yang ngambek.
Hari ini Eric melakukan aksi "walk out" dari kelas gara2 ga ada yang ngejawab pertanyaannya.
Ralat...ga ada yang BISA jawab pertanyaannnya.
Aduuuuh, dia harusnya sadar, di kelas di mana sebagian besar muridnya masih kesulitan untuk melakukan percakapan sederhana dalam bahasa Inggris, dan masih terbata-bata mengucapkan "MAI NEEMU IZU" ga mungkin dia mengharapkan kami untuk bisa terlibat dalam DEBAT  seru.
Anak2 itu bukan GA MAU buka mulut Eric, mereka TAKUT dan ga bisa jawab!!!!!!!! (as for my case, aku ga buka mulut karena aku emang ga tau jawabannya >.<).
KAyanya dia akhirnya capek sendiri berusaha memancing2 kami mengeluarkan jawaban. Dia sambil siul2 tenang mengumpulkan barang2nya dan pergi keluar kelas begitu aja.
Seketika itu juga seisi kelas saling berpandangan.
"Okotta no?" tanya satu temenku
Aku mengangguk dan langsung menambahkan. "Betsu ni ii kedo..."
Aku ga peduli dia ngambek, ga peduli dia kesel! Sudah saatnya dia sadar kalo cara mengajarnya selama ini cuma membuat kami terintimidasi dan ga membawa kemajuan apa-apa.
Kalo ga, mou, amerika ni kaere!!!

Koi Zora

1 nenkan buri ni nihon no eigakan ni itte mairimashita . Hehehe, setelah (pertama dan) terakhir kali aku pergi ke bioskop Jepang taun lalu waktu nonton "Tada Kimi wo Aishiteru", akhirnya, hari ini aku kembali berkesempatan pergi lagi ke eigakan. Kali ini bioskopnya TOHO cineplex di HEP Navio, jauuuuuh lebih bagus daripada bioskop tua di namba tempat ku nonton tahun lalu.
Film yang kutonton hari ini adalah wadai ni natteru "Koi Zora"...secara orang2 di sekelilingku banyak banget yang membicarakan film yang diangkat dari novel ini, aku iya2 aja waktu diajak Mijin untuk pergi nonton bareng dia dan MEcchan. Dan saudara2, dengan sangat menyesal aku harus mengatakan....sepangjang film itu aku ga bisa berhenti berpikir "Kapan selesainya film ini. Hayaku owaranai kanaaaa..." tte.
@_@
Toh aku tetep berusaha bersabar, menjadi penonton yang baik dan duduk dengan manis. Lalu,Ketika film mendekati adegan2 terakhir, tiba2 aku menyadari suara orang menyedot ingus di deretan depanku. "Hiks2...sroooot, srooooot"
Awalnya orang di depan, lalu sekitar 2 bangku di samping kananku, lalu orang-orang di belakangku. Dan tahu2, ruangan itu penuh dengan suara "Srat srot srat srot...". Banjir air mata deh semuanya.

Yareyare....aku cuma bisa menggulingkan bola mataku.
Bukannya adegan yang terpampang di layar itu ga mengharukan sama sekali siiiiih, cuma ya,demi mengingat:
1. Aku duduk di barisan ke tiga dari depan yang berarti sangat amat dekaaaat dengan layar yang membuat mata dan leher ku sakit
2. Aku belum makan malem sehingga perutku keroncongan dan kepalaku juga sakit.

akujadi ga bisa konsen ke cerita dan membuatku GA MUNGKIN menangis. AKu cuma bisa mikir betapa sakit mata dan leherku sepanjang film berjalan.

Belum lagi ceritanya standar banget...kisah cinta SMA yang harus berakhir karena salah satu dari mereka terkena penyakit mematikan...Lalu adegan2 yang membuatku muak macam si cewek diolok2 di sekolah sebagai cewek kotor/murahan lalu cowoknya datang ngamuk2 membela si cewek dan menarik dia ke perpustakaan sekolah yang sepi, lalu terjadilah "ITU" yang membuat si ce kemudian hamil (aduuuuh plis deeee, si co ngga rela ce nya diolok2 begitu tapi dia malah ngajak si cewek pergi buat melakukan ITU di PERPUSTAKAAN SEKOLAH????????? Yaaa, cowok yang  "konsisten" sekali...).

Ketika akhirnya film berakhir lalu nama2 pemain, sutradara, dsb mulai mumcul di layar, aku langsung teriak dalam hati "Akhirnya!!!" dan dengan sukacita mulai membereskan barang2ku. Tapi..aneh2nya, orang2 di sekelilingku masih pada anteng aja.Semua masih duduk manis menatap layar (dan tentu saja beberapa sibuk mengusap air mata dengan tissue)> Ketika layar jadi benar2 blank dan lampu dinyalakan, baru mereka semua berdiri dan dengan tertib keluar.

Sambil berjalan keluar, aku  berpikir "Itu tadi mungkin pengalaman 2 jam di bioskop yang paling membosankan buatku !"
Tepat saat itu, seorang nihonjin lewat di sebelah ku dan dengan semangat bilang ke temennya
"2 jikan tte mijikakatta ne!"
Hhhh...selera orang memang berbeda-beda ya...

pengen ngomel aja

maling deterjen, maling deterjen, maling deterjeeeeeeeen!!!!!
Bener2 bikin kesel!!! masa deterjen satu kotak yang minggu lalu masih setengah penuh, hari ini tinggal sisa sedikit banget pdahal selama 1 minggu ini ga aku pake sama sekali?!?!?
GA bakaaal aku ninggalin deterjen di ruang laundry lagi! Kapok!

Palm Reading

Aku suka kelas TOEIC. bukan karena pelajarannya menarik atau sejenisnya, tapi lebih karena we basically do nothing in class^^b Senseinya sampe pernah nawarin kami untuk ambil kelas Nihongo aja kalau bosen di kelas itu. Namun, siapa yang mau melepas kelas di mana kita bisa dapet nilai A cuma dengan datang dan TIDAK melakukan apa2?? Iya sih, kami tetep harus ngerjain soal2 di textbook sama seperti anak2 Jepang, tapi, percaya deh, ngerjain soal2 TOEIC ga akan ngabisin waktu selama ITU, yang berarti kami punya lebih banyak waktu luang untuk ngobrol2 dan ngerjain hal2 yang lebih berbobot dan bermanfaat semacam...
MEMBACA GARIS TANGAN.
^^;;
tadi selama nungguin anak2 lain selesai ngerjain soal, kami para ryuugakusei yang bosan dan kurang kerjaan mengisi waktu luang dengan saling membaca garis tangan. Entah siapa yang mulai duluan....

HAsil ramalan sementara menunjukkan bahwa di antara kami , yang akan mati duluan adalah AKU @_@ karena ternyata "garis kehidupan" ku adalah yang paling pendek. Itu membuat ku menjadi bahan tertawaan selama beberapa saat, sebelum akhirnya muncul yang lebih menarik:

003_1 ini adalah telapak tangan Weiwei. Dan yang menarik dari telapak tangannya adalah, "garis kehidupan" nya yang ga jelas di mana ujungnya karena bercabang2 ga beraturan. Ini membuat kami, para peramal amatiran, bingung menentukan umur kawan kami yang satu ini, sampai kami akhirnya berkesimpulan bahwa ini ada hubungannya dengan kepercayaan cina tentang re-inkarnasi (jadi setleah mati dia akan hidup lagi jadi makhluk A lalu mati dan hidup lagi jadi makhluk B dst tanpa jelas ujungnya). Kesimpulan ngawur ini tentu saja dibantah habis2 an oleh Wei2 yang mengaku ga percaya reinkarnasi dan bilang kalau di Cina sekarang yang percaya begituan cuma generasi tua2.
Kemudian, Mijin kembali mengamati telapak tangan wei2 dan memberi kabar menggembirakan. MEnurutnya, Wei2 punya kesempatan besar menikah dengan cowok KAKKOII. Ini berdasarkan ruas pertama di bagian bawah jari tengahnya yang cukup lebar. KATANYA, semakin lebar ruas itu, semakin ganteng cowok yang bakal kita nikahi.
(KAta2 mijin tadi tentunya membuat wei2 sangat amat bahagia, sampai2 sepanjang pelajaran tadi berulang2 dia memandangi telapak tangannya sambil tersenyum2. dia bilang ntar dia mau pamer ke temen2nya di asrama ^^;; Kakkoi otoko to kekkon suru tte. hahaha)
Kehebohan kami membaca garis tangan rupanya menarik perhatian Sensei sampe akhirnya dia minta dibacain juga garis tangannya. ^o^ Dari Sensei kami tau kalau jumlah  garis di sisi kanan telapak tangan kanan kita itu menunjukkan berapa kali kita akan menikah. Hmmm....ada 3 garis di sisi telapak tangan kanan ku..masaka?!?
004 Chinami ni, ruas bawah di jari tengahku sangat amat sempit bahkan nyaris ga ada. Apakah ini artinya aku bakalan kawin 3 kali sama cowok ga ganteng lalu mati muda?!?!?




Hahaha, untungnya aku ga percaya begituan =P

LAnguage, Bahasa, gengo

Ternyata, bahasa itu memang bisa bikin orang frustasi! KEmarin dan hari ini aku mengalami dan melihat hal itu...
Kemarin di kelas 国際航空運賃・料金(airfare), sensei tiba2 aja semangat nanya ini itu ke aku dan Stella mentang2 di textbook banyak istilah bahasa Inggris. Sebenernya aku tau arti istilah2 yang dia tanya, tapi mengungkapkannya dalam bahasa Jepang itu bener2 butuh usaha yang luar biasa melelahkan! Aku udah mulai capek ketika sensei mulai nanya "Kokusai no baai ha, chiketto no yuukou kikan ha nankagetsu desuka?"
Aku spontan jawab "Wakarimasen" karena aku emang ga tau berapa lama masa valid nya sebuah tiket pesawat.
Sensei tetap maksa, "YUU-KO-U KI-KAN ya de..." dia mengeja pelan-pelan, masih tetap mengharapkan jawaban.
"Shirimasen!" aku berkeras ga tau.
"HoW LONG?" dia ngeyel nanya, kali ini dalam bahasa Inggris.
"Iya, 'yuukoukikan' no imi ha wakarimasu kedo..." setengah kesel aku menjawab.
"Eh, jadi maksudmu kamu  ga tau masa validnya tiket pesawat?"
GEDUBRAAAAK!!!
Iya sensei, IYA!! Emangnya sensei pikir saya ga ngerti artinya 'YUUKOU KIKAN'??? TAshikani watashi ha nihongo ga heta dakedo, yuukou kikan gurai ha wakaru yo!!! Soko made aho ja nai kara!

Dan kali ini, kejadian yang serupa tapi tak sama kembali terjadi. Cuma UNTUNGnya kali ini bukan aku yang mengalami...
JAdi tadi di kelas 英会話(english conversation) yang sangat amat 'menyenangkan', si guru "favoritku" Eric kembali membuat kami mendiskusikan gambar2 dan menceritakan "what'S going on in the picture" . Kebetulan karena jumlah anak di kelas ganjil, ada 1 orang yang tidak dapat pasangan, jadi dia harus duduk tenang di pojok, bercakap2 dengan Eric tercinta. Dan coba tebak who was the 'lucky' person? Yup, it was ME! >.<
Jadi mulailah aku memulai percakapan garing dengan Eric. Ngomongin cuaca, kemudian pelajaran, terus dia mulai ngomong tentang "chain story" yang dia lakukan di kelas lain. KArena merasa harus memberi tanggapan yang positif, aku tersenyum dan bilang "Hey that sounds like fun! Maybe we should do that in this class too!"
YEah, me and my big mouth!
DI jam kedua, Eric bilang "BErdasarkan request dari Ayu, sekarang kita akan mulai bikin chain story!"
(Ya, dia menyebut namaku loud and clear, membuat wei2 dan mijin melirik sadis ke arahku T_T)
DAn dibagilah kami menjadi 2 grup di mana masing2 kelompok harus membuat cerita berantai berdasarkan sebuah comic strip,,,,
Kelompokku terdiri dari aku, stella, gueye,hiyun, dan 3 anak jepang. Hiyun mulai pertama dengan satu kalimat, aku bikin kalimat ke 2, gueye ke 3 dan stella ke 4. Sampai di situ, lancar! Lalu tiba giliran anak jepang 1...tersendat2 tapi OK. Anak jepang dua, masih bisa jalan. Lalu tiba giliran anak yang ketiga. Dia berpikir lamaaa sekali sebelum akhirnya mengucapkan sebuah kalimat dalam bahasa Inggris yang ga bisa dimengerti oleh kami semua. Terpaksa kami minta dia mengulang, dan dia kembali mengulang kalimat yang sama yang tentu saja tetep ga bisa kami mengerti. Sampai sekitar 3 kali kaya begitu, akhirnya Eric dateng mendekati cewek itu.
"Gpp, kamu bisa kok! KAmu mau bilang apa sih?" dia menawarkan bantuan untuk membuat kalimat, tapi....
Aaaaah, cewek itu mulai menangis.
Dan suasana di kelompok kami jadi sangat amat canggung sehingga kami ga bisa menyelesaikan cerita kami.
AKu ga nyalahin cewek itu lho! Aku bisa ngerti BANGET perasaannya dia. Stress sama bahasa asing, pengen menyampaikan sesuatu tapi ga tau gimana caranya, berusaha keras ngomong tapi ga bisa dimengerti sama orang sekitar. Kanojo no kimochi wa yooooku wakaru yo! Watashi datte sou dakara...mengalami masalah dengan bahasa, tapi untuk kasusku BAHASA JEPANG.

Kalau semua orang di dunia bicara dengan bahasa yang sama, mungkin akan lebih gampang ya, ga ada kendala untuk komunikasi, ga perlu stress gara2 bahasa.
Atau....
mungkin malah jadi membosankan?

Grey's Anatomy

Mungkin gara-gara aku sudah kehabisan bahan tontonan dan bosan sama dorama-dorama jepang, aku jadi beralih ke serial TV amerika.
Setelah aku menamatkan Lost, Hero, dan House sampai ke episode2 terbaru mereka, aku memutuskan untuk nonton Grey's Anatomy. Lagi-lagi sebuah drama berlatar belakang rumah sakit dan bertokoh utama dokter, yang berarti LAGI-LAGI adegan-adegan berdarah dan melibatkan jeroan manusia yang diaduk-aduk^^;; Tapi kayanya sekarang aku sudan mulai terbiasa, paling ga aku udah bisa menikmati makan malam dengan normal sambil menonton mereka membuka kepala seorang pasien dan memotong separuh otaknya.
Sekarang aku lagi nonton episode terakhir dari season pertamanya. Dan kesanku sejauh ini: menarik tapi masih kalah sama House.
Ya, aku ga bisa menahan diri untuk membanding2kan serial ini sama House, mungkin karena dua2nya sama-sama drama medikal.(Walaupun secara medis, aku harus bilang aku ga ngerti apa-apa ) Aku sebenernya ga tertarik sama penyakit2 yang ditampilkan, aku juga ga ngerti apakah metode yang dipakai mereka logis atau cuma sekedar karangan. Yang aku tau, di Grey's Anatomy ini lebih banyak pasien yang mati daripada di House. Di setiap episode kita bisa denger seorang atau 2 orang dokter mengumumkan "Time of death...sekian2..." Dan tokoh di Grey Anatomy jauh lebih banyaaak daripada di House, membuat aku sulit mengingat nama2 dan karakter mereka semua.
Tapi yang paling penting adalah: Aku tetep lebih suka House karena  humor2 sarkastiknya. Sarcasm is the way of life ^^b
Aku sekarang ga yakin apakah aku bakal lanjut nonton season ke-2 atau ga. Mungkin kalo aku teramat-sangat bosan dan kurang kerjaan...MUNGKIN