Ternyata, bahasa itu memang bisa bikin orang frustasi! KEmarin dan hari ini aku mengalami dan melihat hal itu...
Kemarin di kelas 国際航空運賃・料金(airfare), sensei tiba2 aja semangat nanya ini itu ke aku dan Stella mentang2 di textbook banyak istilah bahasa Inggris. Sebenernya aku tau arti istilah2 yang dia tanya, tapi mengungkapkannya dalam bahasa Jepang itu bener2 butuh usaha yang luar biasa melelahkan! Aku udah mulai capek ketika sensei mulai nanya "Kokusai no baai ha, chiketto no yuukou kikan ha nankagetsu desuka?"
Aku spontan jawab "Wakarimasen" karena aku emang ga tau berapa lama masa valid nya sebuah tiket pesawat.
Sensei tetap maksa, "YUU-KO-U KI-KAN ya de..." dia mengeja pelan-pelan, masih tetap mengharapkan jawaban.
"Shirimasen!" aku berkeras ga tau.
"HoW LONG?" dia ngeyel nanya, kali ini dalam bahasa Inggris.
"Iya, 'yuukoukikan' no imi ha wakarimasu kedo..." setengah kesel aku menjawab.
"Eh, jadi maksudmu kamu ga tau masa validnya tiket pesawat?"
GEDUBRAAAAK!!!
Iya sensei, IYA!! Emangnya sensei pikir saya ga ngerti artinya 'YUUKOU KIKAN'??? TAshikani watashi ha nihongo ga heta dakedo, yuukou kikan gurai ha wakaru yo!!! Soko made aho ja nai kara!
Dan kali ini, kejadian yang serupa tapi tak sama kembali terjadi. Cuma UNTUNGnya kali ini bukan aku yang mengalami...
JAdi tadi di kelas 英会話(english conversation) yang sangat amat 'menyenangkan', si guru "favoritku" Eric kembali membuat kami mendiskusikan gambar2 dan menceritakan "what'S going on in the picture" . Kebetulan karena jumlah anak di kelas ganjil, ada 1 orang yang tidak dapat pasangan, jadi dia harus duduk tenang di pojok, bercakap2 dengan Eric tercinta. Dan coba tebak who was the 'lucky' person? Yup, it was ME! >.<
Jadi mulailah aku memulai percakapan garing dengan Eric. Ngomongin cuaca, kemudian pelajaran, terus dia mulai ngomong tentang "chain story" yang dia lakukan di kelas lain. KArena merasa harus memberi tanggapan yang positif, aku tersenyum dan bilang "Hey that sounds like fun! Maybe we should do that in this class too!"
YEah, me and my big mouth!
DI jam kedua, Eric bilang "BErdasarkan request dari Ayu, sekarang kita akan mulai bikin chain story!"
(Ya, dia menyebut namaku loud and clear, membuat wei2 dan mijin melirik sadis ke arahku T_T)
DAn dibagilah kami menjadi 2 grup di mana masing2 kelompok harus membuat cerita berantai berdasarkan sebuah comic strip,,,,
Kelompokku terdiri dari aku, stella, gueye,hiyun, dan 3 anak jepang. Hiyun mulai pertama dengan satu kalimat, aku bikin kalimat ke 2, gueye ke 3 dan stella ke 4. Sampai di situ, lancar! Lalu tiba giliran anak jepang 1...tersendat2 tapi OK. Anak jepang dua, masih bisa jalan. Lalu tiba giliran anak yang ketiga. Dia berpikir lamaaa sekali sebelum akhirnya mengucapkan sebuah kalimat dalam bahasa Inggris yang ga bisa dimengerti oleh kami semua. Terpaksa kami minta dia mengulang, dan dia kembali mengulang kalimat yang sama yang tentu saja tetep ga bisa kami mengerti. Sampai sekitar 3 kali kaya begitu, akhirnya Eric dateng mendekati cewek itu.
"Gpp, kamu bisa kok! KAmu mau bilang apa sih?" dia menawarkan bantuan untuk membuat kalimat, tapi....
Aaaaah, cewek itu mulai menangis.
Dan suasana di kelompok kami jadi sangat amat canggung sehingga kami ga bisa menyelesaikan cerita kami.
AKu ga nyalahin cewek itu lho! Aku bisa ngerti BANGET perasaannya dia. Stress sama bahasa asing, pengen menyampaikan sesuatu tapi ga tau gimana caranya, berusaha keras ngomong tapi ga bisa dimengerti sama orang sekitar. Kanojo no kimochi wa yooooku wakaru yo! Watashi datte sou dakara...mengalami masalah dengan bahasa, tapi untuk kasusku BAHASA JEPANG.
Kalau semua orang di dunia bicara dengan bahasa yang sama, mungkin akan lebih gampang ya, ga ada kendala untuk komunikasi, ga perlu stress gara2 bahasa.
Atau....
mungkin malah jadi membosankan?
Recent Comments